Apa Saja yang Perlu Disiapkan untuk Tahapan Wawancara LPDP?
Salah satu tahap dan bentuk seleksi substansi pada program beasiswa LPDP adalah seleksi wawancara atau wawancara LPDP. Seleksi dalam bentuk wawancara memang sering dianggap sebagai tahap seleksi tersulit.
Sebab harus berhadapan langsung dengan tim yang melakukan penilaian. Kemudian diwajibkan menjawab pertanyaan, tidak hanya tepat dan otentik. Namun juga mampu memberi penjelasan dengan baik dan mudah dipahami. Lalu, apa saja yang sebaiknya disiapkan? Berikut informasinya.
Seleksi wawancara LPDP masuk dalam tahap seleksi substansi. Meskipun, pada penyelenggaraan di tahun 2025 seleksi wawancara juga dijumpai pada tahap seleksi bakat skolastik. Namun untuk skema beasiswa LPDP tertentu saja.
Jadi, apa itu seleksi substansi? Seleksi substansi dalam konteks beasiswa LPDP adalah salah satu tahap seleksi dalam beasiswa LPDP yang tujuannya untuk menilai kesiapan, motivasi, dan kompetensi calon penerima beasiswa.
Pada seleksi tahap ini secara umum diisi dengan seleksi berbentuk wawancara panel. Sehingga pendaftar akan diwawancarai oleh 2 orang atau lebih yang menjadi tim penilai dalam seleksi wawancara panel tersebut.
Melalui wawancara ini tim penilai akan melihat seberapa siap pendaftar dalam rencana studinya. Sehingga ikut mempengaruhi apakah lolos seleksi atau sebaliknya. Sebab kesiapan pendaftar akan menjadi jaminan beasiswa diberikan kepada awardee yang tepat. Serius dalam studinya dan sudah ada rencana setelah studi selesai (rencana kontribusi).
Seleksi substansi dalam beasiswa LPDP tidak selalu sama antara satu skema dengan skema lainnya. Selain itu, setiap tahun pihak LPDP selaku penyelenggara juga bisa mengubah mekanisme seleksi dan penilaian.
Namun, mengutip dari buku berjudul Kisah dan Kiat para Penerima Beasiswa LPDP: Awardee Stories karya dari Hansen Seng (2017). Menjelaskan bahwa seleksi substansi atau wawancara LPDP terdiri dari 3 tahapan. Yaitu:
Tahap seleksi substansi yang pertama adalah tes wawancara panel. Tes wawancara ini menjadi tes utama di dalam seleksi substansi. Pendaftar akan melakukan wawancara dengan tim panel yang dibentuk LPDP.
Umumnya tim panel tersebut terdiri dari akademisi, profesional, dan perwakilan LPDP. Namun, setiap tahunnya tentu bisa terjadi perubahan dalam penetapan tim panel untuk tes wawancara.
LGD merupakan tahap dalam seleksi substansi beasiswa LPDP yang dilakukan dengan membentuk tim terdiri dari beberapa pendaftar dan saling berdiskusi mengenai suatu topik. Topik ditentukan pihak LPDP.
Dalam LGD akan dinilai pendaftar mana saja yang bisa menjadi pendengar yang baik saat pendaftar lain dalam tim menyampaikan pandangannya. Sekaligus menilai pendapat yang disampaikan apakah disampaikan dengan baik, analisisnya kritis dan mendalam, dan aspek lainnya.
Tahap seleksi substansi berikutnya adalah menulis esai di lokasi. Artinya, pendaftar akan diminta menyusun esai pendek dengan topik tertentu secara langsung. Esai ini kemudian akan dinilai untuk mengetahui kemampuan menulis, pemahaman pada isu yang menjadi topik esai, dan kecepatan berpikir.
Dalam seleksi substansi berbentuk tes wawancara LPDP maupun bentuk lain sesuai penjelasan sebelumnya. Maka akan ada beberapa aspek yang dinilai dan dalam tes berbentuk wawancara, aspek ini akan ditanyakan tim panel.
Secara umum, terdapat 5 aspek yang akan dinilai atau ditanyakan dalam seleksi substansi. Yaitu:
Aspek pertama yang dinilai dan ditanyakan dalam seleksi wawancara atau substansi adalah latar belakang pendaftar. Biasanya dimulai dengan meminta pendaftar memperkenalkan diri.
Kemudian menyampaikan alasan mendaftar beasiswa LPDP dan pertanyaan lain. Sehingga memungkinkan para tim panel memahami latar belakang pendaftar mengikuti seleksi beasiswa LPDP.
Aspek kedua yang dinilai dalam seleksi substansi adalah esai yang disusun pendaftar. Esai yang dilampirkan pada saat mendaftar beasiswa LPDP tentu akan ditanyakan dalam tes wawancara LPDP.
Sehingga, pendaftar perlu memahami dan mengingat apa saja yang ditulis dalam esai tersebut. Tujuannya agar setiap kali ada pertanyaan berkaitan dengan isi esai bisa menjawab dan menjelaskan dengan baik.
Aspek berikutnya yang akan dinilai dan juga ditanyakan dalam seleksi substansi adalah rencana studi. Rencana studi yang matang menjelaskan pendaftar sudah mempersiapkan diri untuk studi lanjut.
Studi ini nantinya yang akan dibiayai oleh program beasiswa LPDP. Sehingga pihak LPDP perlu memastikan pendanaan tersebut tepat untuk awardee yang sudah siap. Sehingga memperkecil kemungkinan studi tidak selesai, kelulusan melebihi durasi studi yang ditetapkan perguruan tinggi, dll.
Aspek berikutnya adalah komitmen untuk kembali ke Indonesia. Secara umum, awardee LPDP yang sudah menyelesaikan masa studinya diminta pulang ke Indonesia. Kemudian mewujudkan rencana kontribusi yang disampaikan saat mendaftar beasiswa.
Namun, pada penyelenggaraan di tahun 2025 dari pihak LPDP memberi kelonggaran. Bagi awardee yang mendapat tugas bekerja di lembaga pemerintahan tempat studi dilakukan. Maka tidak harus kembali ke Indonesia dan penugasan tersebut tetap membantu awardee mewujudkan rencana kontribusinya.
Aspek berikutnya yang dinilai adalah kepribadian dari pendaftar. Artinya, tim panel dalam wawancara LPDP akan melihat dan menilai karakter dan kepribadian pendaftar bagaimana.
Misalnya bagaimana manajemen resiko, manajemen emosi, dan sebagainya yang menunjukan kedewasaan dan kematangan cara berpikir. Dalam aspek ini, tim panel akan mengajukan pertanyaan yang membutuhkan hasil pandangan personal pendaftar.
Misalnya, tim panel bertanya bagaimana jika gagal seleksi beasiswa LPDP? Jawaban yang diberikan pendaftar tentu menjelaskan bagaimana menyikapi kondisi yang tidak sesuai dengan harapan. Sehingga bisa menilai kepribadiannya bagaimana.
Baca juga artikel berikut yang berkaitan:
Ikuti juga Live Class: Unlock Beasiswa LPDP Lanjut Study Doktoral. Kelas rutin GRATIS untuk dosen Indonesia tentang publikasi, Pengajaran, dan Peningkatan Karir Dosen yang dilengkapi banyak fasilitas untuk peserta!
Hasil seleksi substansi dalam bentuk wawancara LPDP maupun lainnya. Tentu akan sangat mempengaruhi hasil seleksi beasiswa LPDP. Jadi, tidak berlebihan jika mempersiapkan diri dengan baik menghadapi tes wawancara tersebut.
Ada cukup banyak hal perlu disiapkan sebelum menghadapi seleksi wawancara. Berikut beberapa diantaranya:
Sebelum mendaftar beasiswa LPDP sebaiknya sudah memahami diri sendiri. Punya keinginan apa sampai memutuskan studi lanjut? Kemudian menyusun rencana studi ingin di perguruan tinggi mana, program studi apa, dan apa yang ingin dicapai dan dikontribusikan setelah lulus?
Semua jawaban dari pertanyaan ini akan dijelaskan di dalam esai yang dikirim bersama aplikasi pendaftaran. Esai ini juga yang akan ditanyakan tim panel dalam seleksi substansi.
Jadi, penting untuk memahami diri sendiri sehingga rencana studi logis dan terencana dengan baik. Jika sudah paham, maka isi esai tanpa dihafalkan sudah hafal sendiri. Ketika ditanyakan di bagian mana oleh tim panel, maka bisa dengan mudah menjawab sesuai isi esai tersebut.
Melakukan riset sangat penting sebagai bagian dari persiapan wawancara LPDP. Riset disini adalah riset perguruan tinggi tujuan dan program studi yang dipilih saat mendaftar beasiswa LPDP.
Pahami betul nilai tambah perguruan tinggi tersebut sehingga menjadi alasan Anda memilihnya. Begitu juga dengan program studi. Jadi, tidak terkesan asal punya pilihan perguruan tinggi dan program studi tujuan. Namun dipilih dengan pertimbangan matang.
Tunjukan pertimbangan matang tersebut dengan mengenal perguruan tinggi dan program studi tujuan dengan baik. Misalnya menjelaskan prestasi akademiknya, reputasi publikasi ilmiahnya, posisi dalam pemeringkatan global, program untuk mahasiswanya, dll.
Persiapan ketiga dalam wawancara LPDP adalah membangun mindset sebagai kontributor. Jadi, jangan memandang diri sendiri sebagai pemburu beasiswa. Sehingga terkesan sangat menginginkan beasiswa tersebut hanya karena bergengsi, dikelola pemerintah, dll.
Namun, fokus menjadi kontributor. Pahami bahwa menjadi awardee LPDP dituntut untuk berkontribusi dalam menyelesaikan masalah dan mengembangkan Indonesia. Jadi, silahkan fokus memahami apa saja bentuk kontribusi yang bisa diberikan.
Silahkan melakukan riset untuk melihat ada masalah apa yang harus diselesaikan di Indonesia. Kemudian berkaitan dengan program studi yang diambil. Lalu merumuskan apa saja yang bisa dilakukan untuk membantu menyelesaikan masalah tersebut.
Persiapan penting yang keempat adalah menyusun daftar pertanyaan yang berpotensi ditanyakan oleh tim panel. Silahkan memanfaatkan internet, ada banyak awardee yang berbagi pengalaman terkait pertanyaan dalam sesi wawancara LPDP.
Kumpulkan pertanyaan yang berhasil ditemukan. Kemudian mencari jawaban terbaik atas pertanyaan tersebut. Tujuan dari persiapan ini adalah mempersiapkan diri mendapatkan pertanyaan serupa dan mampu memberi jawaban terbaik.
Salah satu kunci menjawab pertanyaan dalam wawancara beasiswa LPDP adalah memberikan jawaban dengan pola logis dan jelas. Artinya, ketika menjawab usahakan tidak langsung ke inti jawaban.
Jika memungkinkan, sangat disarankan membentuk pola dengan menjelaskan masalah, aksi yang dilakukan, dan dampak aksi tersebut pada masalah. Misalnya jika ditanya apa rencana kontribusi pasca studi? Maka bisa menjelaskan dulu masalah yang ditemukan, rencana solusi yang diberikan, dan dampak solusi tersebut.
Cek juga kelas online AI ntuk Dosen, Akselerasi Tridharma Perguruan Tinggi dari Duniadosen dan wujudkan kinerja tridharma lebih cepat dan efisien dengan dukungan kecerdasan buatan!
Tes wawancara adalah tes secara lisan. Tidak perlu menghafal, tidak perlu berhitung, dan persiapan belajar teknis lainnya. Melainkan belajar secara praktis. Artinya, penting untuk mempersiapkan wawancara LPDP dengan latihan atau simulasi.
Minta bantuan saudara, teman, dll untuk proses simulasi wawancara. Berikan pertanyaan ke teman tersebut dan minta mengajukannya. Lalu, berlatih menjawab pertanyaan dengan jelas, runtut, dan menjaga intonasi. Simulasi akan membantu melatih menjaga intonasi, emosi, dan aspek lain saat menjawab pertanyaan.
Dalam seleksi wawancara di beasiswa LPDP, biasanya tim panel akan mempersilahkan pendaftar mengajukan pertanyaan di sesi terakhir. Pada momen ini sebaiknya dimanfaatkan dengan mengajukan pertanyaan.
Sehingga menunjukan sudah ada persiapan mengikuti seleksi wawancara. Sekaligus ada pertanyaan penting dan mendesak berkaitan dengan beasiswa. Namun pertanyaan yang diajukan ke tim panel harus bisa menunjukan keseriusan studi, kematangan pola pikir, dll. Berikut beberapa contohnya:
Secara mendasar pihak LPDP akan memilih pendaftar yang pola pikirnya sudah matang, memiliki visi yang jelas, dan dapat dipercaya menjadi awardee LPDP. Jadi, usahakan untuk menjadi diri sendiri dalam sesi wawancara LPDP. Persiapan yang matang akan membantu tampil maksimal dalam wawancara tersebut.
Duniadosen juga memiliki kelas online dengan materi terbia dan sangat cocok untuk membantu pengembangan Anda! Jangan lewatkan kesempatan ini dan segera daftar E-Course dari Duniadosen dan tingkatkan kemampuan Anda!
Dalam profesi dosen, mengurus publikasi karya ilmiah atau publikasi ilmiah menjadi kebutuhan dan juga kewajiban.…
Motivation letter untuk beasiswa LPDP merupakan salah satu kelengkapan syarat administrasi pendaftaran. Jadi, menyiapkan dokumen…
Gelar jabatan yang bisa diraih oleh dosen bukan hanya Profesor, akan tetapi juga Profesor Emeritus.…
Sertifikasi dosen (serdos) adalah proses panjang. Jauh sebelum dosen bisa menjadi peserta serdos. Maka perlu…
Menyusun strategi pelaporan BKD di SISTER tentu menjadi agenda rutin para dosen di Indonesia. Sehingga…
Salah satu strategi memperbesar peluang lolos menjadi awardee beasiswa LPDP adalah memiliki LoA untuk LPDP…