Publikasi

Apa Saja Struktur dalam Buku Ilmiah? Berikut Penjelasannya

Menyusun buku ilmiah tentu berbeda dengan proses menyusun buku nonilmiah. Sebab di dalam buku ilmiah terdapat sejumlah aturan dan ketentuan. Salah satunya terkait struktur buku ilmiah. Lalu, apa saja struktur dalam buku ilmiah? 

Bagi Anda yang menulis naskah buku ilmiah, baik itu buku monograf maupun buku referensi dan bunga rampai. Tentu perlu memahami dulu bagaimana struktur buku ilmiah yang baik dan benar. Sehingga proses penerbitannya nanti berjalan lancar. Berikut informasinya. 

Apa Itu Buku Ilmiah?

Membahas dan memahami apa saja struktur dalam buku ilmiah, tidak bisa dilepaskan dari pentingnya memahami apa itu buku ilmiah. Sebab buku ilmiah dengan buku nonilmiah adalah dua jenis buku yang berbeda. 

Mengacu pada Peraturan BRIN Nomor 37 Tahun 2022 Tentang Akreditasi Penerbit Ilmiah, pada Pasal 1, buku ilmiah adalah karya tulis yang dipublikasikan melalui proses Penerbitan Ilmiah hasil dari penelitian, pengembangan, pengkajian, dan/atau penerapan.

Sehingga, suatu buku atau naskah buku bisa disebut sebagai buku ilmiah apabila isinya adalah hasil penelitian. Maupun hasil dari pengembangan, pengkajian, dan juga penerapan hasil penelitian. 

Melalui definisi ini, maka bisa dipahami juga bahwa buku ilmiah wajib disusun atau ditulis oleh penulis ahli. Yakni penulis yang merupakan ahli atau pakar di suatu bidang keilmuan. Kemudian, penulis juga aktif dalam kegiatan penelitian dan penerapan hasil penelitian tersebut (pengabdian kepada masyarakat). 

Buku ilmiah di Indonesia kemudian umum ditulis oleh kalangan dosen dan juga peneliti dari berbagai lembaga penelitian. Buku ilmiah berisi hasil penelitian ini kemudian bisa menjadi salah satu bentuk luaran penelitian yang dilakukan. 

Buku ilmiah sendiri terdiri dari beberapa jenis. Mulai dari buku ajar (sumbernya dari RPS, tidak langsung dari hasil penelitian), kemudian buku monograf, buku referensi, dan juga bunga rampai atau book chapter. 

Struktur Umum pada Buku Ilmiah

Buku ilmiah juga diketahui merupakan salah satu jenis dari karya tulis ilmiah. Sehingga memiliki keterikatan pada sejumlah aturan. Misalnya aturan terkait format penulisan naskah, struktur isi naskah bukunya, gaya bahasa, dan juga aturan penerbitannya. 

Lalu, apa saja struktur dalam buku ilmiah? Struktur buku sendiri adalah kerangka atau susunan bagian-bagian buku secara sistematis. Pada buku ilmiah, strukturnya mencakup 3 bagian. Berikut penjelasan detailnya: 

1. Bagian Preliminaries (Bagian Awal – Pembuka)

Bagian yang pertama dari buku ilmiah secara umum adalah bagian awal, disebut juga dengan istilah preliminaries dan bagian pembuka. Sesuai namanya, bagian ini merupakan bagian awal atau halaman-halaman awal di dalam naskah buku. Cakupannya antara lain: 

  • Halaman Judul

Komponen pertama di bagian awal buku ilmiah adalah halaman judul. Pada halaman ini akan memuat judul buku ilmiah yang bersangkutan. Judul buku biasanya ditulis dengan font ukuran besar dan diatur rata tengah. 

  • Halaman Hak Cipta

Komponen kedua adalah halaman hak cipta. Sesuai dengan namanya, pada halaman ini akan mencantumkan informasi bahwa buku dilindungi hukum dengan hak cipta. Kemudian mencantumkan juga judul, nama penulis, nama penerbit, dan identitas lainnya. 

  • Halaman Kata Pengantar dan Prakata

Halaman kata pengantar adalah halaman awal dalam naskah buku ilmiah yang berisi pengantar dari selain penulis. Sementara prakata adalah pengantar dari penulis. Buku ilmiah bisa berisi salah satunya maupun keduanya. 

  • Daftar Isi

Komponen keempat di bagian awal struktur buku ilmiah adalah daftar isi. Halaman ini berisi daftar bab dan subbab yang menjadi isi buku serta dilengkapi informasi letak halamannya. Sehingga memudahkan pembaca mencari bagian tertentu yang ingin langsung dibaca. 

  • Daftar Tabel

Komponen selanjutnya adalah daftar tabel. Umumnya di dalam buku ilmiah terdapat tabel berisi data dan informasi tertentu. Jika ada, maka perlu disediakan halaman daftar tabel yang menjelaskan daftar tabel, nama, dan letak halamannya. 

  • Daftar Gambar

Selanjutnya adalah daftar gambar. Halaman ini berisi daftar gambar di dalam naskah buku ilmiah, nama gambar, dan letak halamannya ada dimana untuk memudahkan pencarian. 

2. Bagian Isi

Komponen kedua dari apa saja struktur dalam buku ilmiah adalah bagian isi. Bagian ini bisa juga disebut sebagai bagian inti utama buku. Isinya daftar bab dan subbab yang jumlahnya disesuaikan dengan hasil pengembangan penulis. 

Setiap buku ilmiah memiliki jumlah bab dan subbab yang berbeda-beda. Sebab memang suatu topik perlu dan bisa dibahas sesuai kondisi dan kebutuhan. Namun, di dalam buku ilmiah terdapat ketentuan jumlah halaman minimal. Terutama buku ilmiah yang ditulis para dosen. 

Secara umum, minimal halaman di 49 halaman. Sekaligus menjadi syarat jumlah minimal suatu buku untuk bisa terbit dengan ISBN. Jadi, 49 halaman ini dihitung dari

halaman pertama bagian isi atau bab pertama. 

3. Bagian Postliminaries (Bagian Akhir)

Bagian ketiga di dari apa saja struktur dalam buku ilmiah adalah bagian akhir yang disebut juga sebagai postliminaries. Bagian ini menjadi bagian penutup dari seluruh bagian di dalam naskah buku ilmiah. Komponen yang menyusunnya antara lain: 

  • Lampiran

Komponen pertama di bagian postliminaries buku ilmiah adalah lampiran. Pada halaman ini tersedia daftar dokumen dan informasi tambahan yang melengkapi isi naskah buku. Sehingga sifatnya opsional 

Misalnya, jika data yang dicantumkan di dalam buku ilmiah didapatkan dari pembagian kuesioner. Kemudian kuesioner ini dilampirkan sebagai bukti data diambil dengan kuesioner yang benar. 

Cek juga kelas online dari Duniadosen disini! Kumpulan E-Course.

  • Indeks

Komponen kedua adalah indeks yang berisi daftar istilah tertentu dan dinilai penting sekaligus letak halamannya. Sehingga halaman ini menampilkan daftar kata atau istilah diikuti nomor halaman. Tidak ada penjelasan atau definisi tambahan. SIfat halaman indeks juga opsional. 

  • Glosarium

Komponen berikutnya adalah glosarium yang berisi daftar kata atau istilah lengkap dengan pengertian atau definisi dan penjelasan tambahan. Tujuannya agar pembaca mengetahui arti dan makna dari istilah tersebut. Bagian ini juga bersifat opsional. 

4. Profil Penulis

Berikutnya adalah halaman profil penulis. Sifat dari halaman ini juga opsional. Namun, umumnya buku yang diterbitkan akan menambahkan halaman ini. Sehingga para pembaca bisa mengenal siapa penulis buku yang sedang dibaca dan karya tulis lainnya. 

Halaman profil penulis biasanya menjadi halaman pelengkap yang harus disusun penulis. Kebanyakan penerbit meminta halaman profil penulis dilampirkan saat mengirimkan naskah. Namun, beberapa penerbit juga meminta halaman ini dikirimkan setelah ada kepastian naskah diterima. 

Melalui penjelasan tersebut, tentu menjadi jawaban dari pertanyaan apa saja struktur dalam buku ilmiah? Dimana terbagi dalam 3 bagian yang sudah dijelaskan. Beberapa bagian di dalam 3 bagian tersebut bersifat wajib. Beberapa lainnya, bersifat opsional sehingga tidak harus ada. Misalnya halaman glosarium. 

Bagi para dosen yang akan menyusun buku ilmiah berisi hasil penelitian. Kemudian didukung pendanaan publikasi dan proses publikasinya (penerbitan lewat penerbit yang dikelola perguruan tinggi satu naungan). Maka bisa menyesuaikan dengan kebijakan internal perguruan tinggi. Dimana biasanya akan disediakan buku panduan.

Jika Anda membutuhkan layanan penerbitan buku berkualitas, Penerbit Deepublish adalah jawabannya!

Referensi:
  1. Badan Riset Dan Inovasi Nasional. (2022). Peraturan Badan Riset dan Inovasi Nasional Republik Indonesia Nomor 37 Tahun 2022 Tentang Akreditasi Penerbit Ilmiah. [BUKA]
  2. Zulfikar, R. (2021). Menulis Buku Monograf dan Referensi. Webinar Pelatihan Penulisan Buku Referensi & Monograph UPT Publikasi Uniska MAB Banjarmasin. [BUKA]
Ahmad Aziz

An SEO Specialist and Content Editor who also manages SEO and the website for Dunia Dosen. Highly interested in SEO, content marketing, and WordPress website development. With experience as a WordPress Web Developer, helping to optimize and manage website projects to support business goals.

Recent Posts

Beasiswa STEM Industri Strategis 2026 dari LPDP, Ini Syarat dan Cara Daftarnya!

Salah satu skema dalam Beasiswa LPDP tahun 2026 adalah Beasiswa STEM Industri Strategis. Beasiswa ini…

1 hour ago

Pembukaan Beasiswa LPDP 2026, Ketentuan Baru dan Skema Baru!

Kabar baik untuk para calon dosen maupun dosen dan masyarakat luas di Indonesia yang menantikan…

4 hours ago

Ini Ketentuan Baru dalam Penyetaraan Tunjangan Dosen Non-ASN dan Cara Perhitungannya

Dalam Permendikisaintek No. 52 Tahun 2025, besaran sejumlah jenis tunjangan dosen non-ASN dibuat setara dengan…

1 week ago

Kode Etik Dosen Sesuai Permendiktisaintek No. 52 Tahun 2025

Dalam melindungi marwah dan integritas akademik dosen, maka disusun dan diberlakukan kode etik dosen. Kode…

1 week ago

Penyebab Tunjangan Dosen Dihentikan Sesuai Permendiktisaintek No. 52 Tahun 2025

Selain bisa didapatkan, tunjangan dosen dapat dihentikan juga oleh pemerintah. Hal ini tentu penting untuk…

1 week ago

Dosen Wajib Tahu, Ini Jenis Tunjangan Dosen yang Dipengaruhi oleh BKD

Tahukah Anda, bahwa terdapat sejumlah tunjangan dosen dipengaruhi oleh BKD? Artinya, bisa tidaknya tunjangan tersebut…

1 week ago