Pernahkah mendengar nama perguruan tinggi untuk pertama kalinya? Jika perguruan tinggi tersebut baru berdiri dan beroperasi. Maka menjadi hal lumrah jika namanya asing di telinga. Namun, jika masih asing padahal sudah berdiri lama. Kemungkinan besar akademik branding kurang optimal.
Perguruan tinggi juga butuh untuk dikenal secara luas oleh masyarakat. Sehingga semakin banyak masyarakat yang mempertimbangkan mengakses layanan pendidikan yang disediakan. Sehingga proses branding perguruan tinggi sangat penting. Berikut informasinya.
Daftar Isi
ToggleApa Itu Academic Branding?
Secara umum, akademik branding adalah proses untuk memperkenalkan perguruan tinggi dan membangun citra positif perguruan tinggi tersebut kepada publik. Sehingga lebih dikenal, mendapat pengakuan, dan mendapat kepercayaan publik.
Proses branding ini bisa dilakukan dengan banyak cara atau teknik. Seperti optimasi nilai akreditasi perguruan tinggi dan program studi, rekrutmen dosen dan tenaga kependidikan berkualitas, inovasi layanan akademik, dan masih banyak lagi yang lainnya.
Branding tersebut akan membuat perguruan tinggi dikenal luas. Masyarakat tahu ada perguruan tinggi di suatu wilayah atau daerah. Pada saat mencari perguruan tinggi untuk studi lanjut. Maka akan mengingat perguruan tinggi tersebut dan mempelajarinya.
Misalnya mengecek akreditasinya, pilihan program studi atau jurusan, biaya pendidikan, dll. Branding yang sudah kuat dan efektif akan mampu menunjukan kelebihan maupun ciri khas perguruan tinggi. Sehingga membuat masyarakat menjadikannya sebagai pilihan tempat studi.
Pihak-Pihak yang Melaksanakan Academic Branding
Akademik branding yang dipahami sebagai upaya mempromosikan perguruan tinggi agar dikenal luas, tentu dilakukan secara berkelanjutan. Dampak dari proses ini bisa singkat. Namun, seringnya butuh waktu sampai berbulan-bulan.
Jadi, kegiatan branding perguruan tinggi sebaiknya dilakukan bersama-sama seluruh ekosistem di dalamnya. Siapa saja dan bagaimana? Berikut penjelasannya:
1. Perguruan Tinggi (Institusi)
Perguruan tinggi sebagai institusi yang menyelenggarakan layanan pendidikan tinggi memiliki andil besar dalam proses branding. Perguruan tinggi perlu tampil sebagai institusi pendidikan berkualitas, kredibel, dan menyelenggarakan layanan pendidikan bermutu.
Perguruan tinggi dalam proses branding bisa mengupayakan peningkatan kredibilitas dan mutu layanan pendidikan tinggi. Berikut beberapa langkah branding yang bisa ditempuh:
- Optimasi akreditasi perguruan tinggi (institusi)
- Tata kelola atau membangun manajemen yang baik dan kuat.
- Menyediakan sarana dan prasarana pendidikan yang baik.
- Menyediakan akses ke database publikasi ilmiah seperti Scopus WoS, dll.
- Menjalin kerjasama dengan berbagai pihak, seperti perguruan tinggi lain, lembaga pemerintah, dll.
- dan lain sebagainya.
2. Fakultas dan Program Studi (Jurusan)
Pihak kedua yang juga ikut serta dalam proses akademik branding adalah fakultas atau program studi (jurusan). Fakultas akan dikelola di bawah kepemimpinan Dekan, Wakil Dekan, dan pihak-pihak lainnya.
Dalam proses branding, pihak fakultas dan program studi bisa mengoptimalkan akreditasi. Kemudian merekrut dosen dengan kualifikasi akademik tinggi dan kepakaran yang kuat, menyelenggarakan kegiatan akademik rutin, membuka program studi sesuai visi misi perguruan tinggi, dll.
3. Manajerial Perguruan Tinggi
Pemangku jabatan struktural di perguruan tinggi juga perlu mendukung proses branding. Misalnya dari pihak Rektor selaku pimpinan perguruan tinggi yang menerbitkan peraturan atau kebijakan positif dan bermanfaat.
Kemudian, menyediakan fasilitas dan program-program yang menunjang aktivitas tri dharma dosen. Sekaligus kegiatan perkuliahan dan pengembangan kompetensi mahasiswa. Contoh lain, menyelenggarakan beasiswa untuk menggaet minat mahasiswa berprestasi.
4. Dosen
Dosen di suatu perguruan tinggi juga ikut berperan dalam proses akademik branding. Yakni lewat personal branding kepada publik agar dikenal sebagai dosen profesional. Misalnya dengan langkah-langkah berikut:
- Aktif mengurus publikasi ilmiah kredibel dan mempromosikannya. Misalnya menghubungkan tautan jurnal ke akun LinkedIn dan media sosial milik pribadi dosen.
- Memiliki profil akademik di sejumlah media sosial ilmiah seperti SINTA, Scopus, Google Scholar, ORCHID, dll.
- Mengembangkan jenjang jabatan fungsional.
- Ikut memangku jabatan struktural.
- Aktif ikut seminar, baik sebagai peserta maupun pemberi.
- dan lain sebagainya.
5. Tenaga Kependidikan
Tenaga kependidikan di lingkungan perguruan tinggi juga ikut andil dalam proses akademik branding. Sebab kepakaran mereka, kualifikasi akademik, kinerja mereka sesuai posisi atau jabatan di perguruan tinggi akan mempengaruhi kualitas perguruan tinggi.
6. Mahasiswa
Mahasiswa sebuah perguruan tinggi juga ikut berpartisipasi dalam mendukung branding perguruan tinggi tempat mereka menempuh studi. Mahasiswa akan mencantumkan nama perguruan tinggi di LinkedIn, CV, dan sebagainya.
Sekaligus, ketika masuk ke dunia kerja dan memangku jabatan strategis. Maka biasanya perguruan tinggi tempatnya studi akan diperhatikan oleh berbagai pihak. Terutama jika duduk di pemerintahan.
Ikuti juga Live Class: Unlock Beasiswa LPDP Lanjut Study Doktoral. Kelas rutin GRATIS untuk dosen Indonesia tentang publikasi, Pengajaran, dan Peningkatan Karir Dosen yang dilengkapi banyak fasilitas untuk peserta!
Arti Penting Academic Branding di Perguruan Tinggi
Bagi perguruan tinggi, sukses dalam akademik branding memiliki banyak sekali arti penting. Sehingga bukan sekedar formalitas apalagi sekedar ikut-ikutan tren. Berikut sejumlah arti penting yang dimaksud:
1. Memperkuat Reputasi dan Kepercayaan Publik
Branding perguruan tinggi pada dasarnya tidak mempromosikan produk untuk tujuan profit sebagaimana perusahaan komersial. Melainkan menunjukan kontribusi perguruan tinggi tersebut dalam mendidik dan membentuk karakter positif generasi penerus bangsa.
Branding yang tepat dan efektif akan menjelaskan hal tersebut. Sehingga publik fokus melihat prestasi, kualitas, dan kredibilitas layanan pendidikan yang disediakan. Reputasi perguruan tinggi terbentuk dan kepercayaan publik lebih mudah diraih.
2. Menguatkan Posisi Pemeringkatan dan Akreditasi
Branding yang dilakukan perguruan tinggi dalam bentuk karya dan pencapaian akademik. Misalnya lewat publikasi ilmiah bergengsi para mahasiswa dan dosen, kualifikasi SDM yang tinggi, program yang beragam (beasiswa, pertukaran mahasiswa, dll), dan sebagainya.
Lewat prestasi dan pencapaian tersebut, perguruan tinggi tidak hanya dikenal sebagai lembaga bereputasi dan kredibel. Namun juga menguatkan akreditasi dan posisi dalam pemeringkatan. Sebab sejalan dengan penguatan branding lewat pencapaian akademik, pemeringkatan dan akreditasi akan ikut berkembang.
3. Menarik Minat Mahasiswa
Perguruan tinggi tentu membutuhkan kepercayaan masyarakat sebagai tempat ideal mengenyam pendidikan. Sehingga mendapatkan minat dan perhatian mahasiswa baru. Layanan pendidikan tetap berjalan dan begitu pula dengan kegiatan operasional perguruan tinggi.
4. Menarik Minat Dosen dan Tenaga Kependidikan
Perguruan tinggi tentunya juga membutuhkan SDM berkualitas. Jika akademik branding sukses, maka akan menarik minat dosen dan tenaga kependidikan melamar kerja. Semakin tinggi kualitas SDM, semakin menguatkan prestasi akademik dan branding berkelanjutan.
5. Memperluas Jejaring dan Kolaborasi
Semakin dikenal luas sebagai perguruan tinggi bereputasi dan berprestasi. Tentu semakin banyak yang bersedia berkolaborasi. Branding yang sukses membantu perguruan tinggi memperluas jejaring. Sehingga berkolaborasi dengan banyak pihak dan semakin banyak program atau kegiatan akademik bisa diselenggarakan.
6. Mendukung Keberlanjutan Institusi
Branding yang kuat memudahkan perguruan tinggi secara rutin memiliki banyak mahasiswa baru. Termasuk juga mahasiswa berprestasi. Sehingga menunjang keberlanjutan perguruan tinggi tersebut.
Sebab kekurangan mahasiswa berdampak pada pemenuhan jumlah minimal mahasiswa yang ditetapkan pemerintah. Sekaligus berdampak pada pemasukan perguruan tinggi untuk mendanai kegiatan operasionalnya.
7. Meningkatkan Daya Saing Lulusan
Perguruan tinggi yang berhasil dalam proses branding akan dikenal bermutu tinggi. Selain dipercaya sebagai tempat studi lanjut. Lulusannya juga dinilai berdaya saing karena dianggap berkualitas. Sehingga lulusannya lebih mudah masuk dunia kerja, duduk di pemerintahan, merintis bisnis di berbagai bidang, dll.
Ikuti juga kelas online “Masterplan Dosen Sukses” Membangun Linieritas, Branding & Portofolio Unggul dan bangun linieritas dan branding akademik yang kuat untuk bisa menjadi dosen unggul!
Strategi Academic Branding yang Efektif
Sukses dalam akademik branding merupakan hasil kolektif seluruh ekosistem perguruan tinggi. Sehingga melibatkan pimpinan manajerial, dosen, mahasiswa, tenaga kependidikan, dan lain sebagainya.
Selain itu, kesuksesan branding juga tidak lepas dari penerapan strategi branding yang tepat dan efektif. Berikut beberapa diantaranya:
1. Memenuhi Standar Akreditasi dan Optimalisasi
Strategi yang pertama adalah akreditasi. Perguruan tinggi tentu perlu menunjukan kepatuhan pada kebijakan pemerintah dan hukum yang berlaku. Maka memenuhi standar akreditasi wajib menjadi prioritas. Selanjutnya, mengoptimalkanya dengan menjaga nilai maupun meningkatkannya secara berkelanjutan.
2. Merekrut SDM Unggulan
Aspek yang dipromosikan kepada masyarakat dari perguruan tinggi adalah layanan pendidikan. Menunjang mutu layanan pendidikan tersebut, maka merekrut SDM unggulan menjadi kebutuhan mendesak. Perguruan tinggi perlu menyusun kualifikasi rekrutmen yang tepat. Kemudian mengedepankan rekrutmen yang adil.
3. Menyelenggarakan Program Studi yang Tepat
Program studi menjadi ciri khas dari perguruan tinggi. Hal ini mendukung positioning atau penempatan perguruan tinggi di mata masyarakat. Perguruan tinggi bergengsi akan dikenal program studi unggulannya.
Misalnya, Institut Teknologi Bandung (ITB) yang dikenal unggul menyelenggarakan program studi bidang Ilmu Teknik. Contoh lain, Universitas Prasetiya Mulya yang dikenal unggul di program Ilmu Bisnis.
4. Menyediakan Layanan Pendidikan Berkualitas dan Bernilai Tambah
Memahami bahwa mahasiswa adalah bagian dari akademik branding perguruan tinggi. Maka penting untuk menciptakan pengalaman berkesan dan kepuasan mereka selama menempuh studi.
Perguruan tinggi perlu menjamin menjalankan layanan pendidikan tinggi berkualitas dan adil tanpa konflik kepentingan. Sehingga mahasiswa berjuang meraih nilai secara adil dan bukan karena kepentingan dosen atau latar belakang mahasiswa tersebut.
Selain itu, perguruan tinggi perlu menyelenggarakan berbagai program yang menunjang pengembangan karir dan kompetensi mahasiswa. Misalnya pelatihan publikasi ilmiah, pelatihan merintis bisnis, pelatihan administrasi, dan sebagainya.
5. Menjangkau dan Merangkul Alumni
Strategi branding berikutnya adalah perguruan tinggi berusaha untuk tetap terhubung dengan alumni. Misalnya dengan membagikan profil para alumni setelah lulus, mengundang ke acara atau kegiatan kampus, memberi penghargaan pada alumni, dll. Sebab alumni bagian dari jaringan perguruan tinggi dan ikut dalam branding.
6. Meningkatkan Penggunaan Website dan Media Sosial
Digitalisasi membantu masyarakat mengakses informasi terkait perguruan tinggi. Maka optimalisasi website resmi dan akun resmi di berbagai media sosial sangat penting. Sehingga mudah ditemukan dan ditelusuri oleh publik luas.
Website dan media sosial sebaiknya tidak hanya mempromosikan program studi. Namun, menjadi media untuk membagikan pencapaian perguruan tinggi dan seluruh ekosistem di dalamnya. Misalnya membagikan dokumentasi program, profil alumni, beasiswa yang terbuka untuk umum, publikasi ilmiah, posisi pemeringkatan, dll.
7. Aktif Berkolaborasi
Salah satu strategi branding dari perguruan tinggi adalah menyelenggarakan program atau kegiatan menarik, inovatif, unik, dan bermanfaat. Supaya ada lebih banyak program dan kegiatan, maka ada kebutuhan untuk berkolaborasi dengan banyak pihak. Baik dengan perguruan tinggi, organisasi, lembaga pemerintah, masyarakat, dll.
8. Menjaga Konsistensi dan Keberlanjutan
Kebijakan, program, kegiatan, dan lain sebagainya yang terbukti berdampak baik serta mendapat apresiasi dari mahasiswa, alumni, dan masyarakat luas. Tentu layak dipertahankan dan terus dilaksanakan secara berkelanjutan. Sehingga mampu memperkuat branding perguruan tinggi
Menerapkan strategi akademik branding yang tepat dan merangkum seluruh ekosistem perguruan tinggi merupakan kunci utama. Sehingga seluruh SDM merasa bangga, terikat, dan ikut berperan langsung dalam branding tersebut.
Duniadosen juga memiliki kelas online dengan materi terbaik dan sangat cocok untuk membantu pengembangan Anda! Jangan lewatkan kesempatan ini dan segera daftar E-Course dari Duniadosen dan tingkatkan kemampuan Anda!
Referensi:
- Universitas Medan Area. (2024). Pentingnya Akademik Branding Terutama Buat Dosen. [BUKA]
- Penerbit Deepublish. (2024). 15 Strategi Academic Branding untuk Perguruan Tinggi. [BUKA]
- Junaidi, M., & Himmah, A. F. (2023). Penerapan Strategi Academic Branding Dalam Meningkatkan Kredibilitas Masyarakat. AKSELERASI: Jurnal Pendidikan Guru MI, 4(2), 115-128.
- Tsaabitah, A. (2025). Strategi Branding Dalam Meningkatkan Reputasi Lembaga Pendidikan Islam. Sindoro: Cendikia Pendidikan, 18(1), 1121-1130. [BUKA]
- Efendi, Y., & Ismail, J. (2025). Optimalisasi Personal Branding Dosen dan Alumni dalam Pembentukan Brand Awareness Universitas Melalui Platform Digital. Jurnal Ilmu Komunikasi, Administrasi Publik dan Kebijakan Negara, 2(1), 194-210. [BUKA]
- Al Fitra, R. F., Yusnaidi, R. I., Rahmana, S., Andalas, F. A., & Mani, R. (2025). Branding Perguruan Tinggi: Positioning, Akreditasi, dan Kompetisi Global. Jurnal Teori dan Pengembangan Pendidikan, 9(4). [BUKA]





