Tips dan Panduan untuk Dosen dalam Penggunaan Scopus AI

panduan-scopus-ai
Tips dan Panduan untuk Dosen dalam Penggunaan Scopus AI

Terdapat cukup banyak platform terkini yang bisa digunakan dosen untuk memudahkan kegiatan penelitian. Termasuk juga Scopus AI, yang menjadi salah satu fitur dari database Scopus berbasis teknologi AI. 

Melalui fitur ini, para dosen bisa mendapatkan kemudahan dalam melaksanakan sejumlah tahapan pada kegiatan penelitian. Mulai dari pencarian referensi, memahami referensi tersebut, dan sebagainya. Lalu, seperti apa cara menggunakannya? Berikut informasinya. 

Apa Itu Scopus AI? 

Scopus AI adalah alat pencarian berbasis teknologi kecerdasan buatan (AI – Artificial Intelligence) yang disediakan database Scopus untuk menunjang kegiatan penelitian para peneliti. 

Sesuai definisi tersebut, AI pada Scopus disini berbentuk mesin pencari berbasis Chat Bot. Sehingga sekilas akan mirip dengan Chat GPT dan platform AI lain berbentuk Chat Bot. Pengguna cukup mengetik prompt di kolom pencarian yang disediakan. 

Maka AI pada Scopus tersebut akan memberi rangkuman sejumlah publikasi ilmiah terindeks Scopus kepada pengguna. Sehingga memungkinkan pengguna memahami suatu topik penelitian, memahami tren penelitian, sampai mendapat rekomendasi referensi ilmiah kredibel. 

Cara kerja inilah yang menjadikan AI di dalam Scopus bisa diandalkan para dosen, mahasiswa, maupun peneliti. Sehingga memudahkan kegiatan penelitian yang akan, sedang, dan sudah selesai dilaksanakan. 

Fungsi dari Scopus AI 

Scopus menghadirkan Scopus AI, tentu memiliki alasan tersendiri. Selain itu, keberadaannya juga melengkapi seluruh fitur di dalam website resmi Scopus. Sehingga menunjang para peneliti mendapatkan apa yang dibutuhkan dan bisa difasilitasi Scopus. 

Dilihat dari berbagai fitur di dalamnya, seperti Summary, Foundational Document, Concept Map, dan lain sebagainya. Maka berikut beberapa fungsi umum dari Scopus AI:

1. Meringkas Beberapa Publikasi Ilmiah Terkait Topik Penelitian 

Fungsi yang pertama, tentu saja membantu membuat ringkasan terkait topik penelitian yang dilakukan atau yang dipilih. Fitur utama di dalam Scopus AI adalah membuat ringkasan atau rangkuman bersumber dari publikasi ilmiah terindeks Scopus. 

Sehingga pengguna bisa mengetik prompt berisi pertanyaan, maupun sekedar kata kunci (keyword) topik yang ingin diteliti. Maka AI di dalam Scopus akan mencari referensi yang relevan dan merangkum referensi-referensi tersebut. 

Adanya rangkuman ini, tentu menghemat waktu pengguna untuk memahami topik yang diteliti. Sekaligus memahami sejumlah hasil penelitian yang relevan dengan topik penelitian yang dipilih atau dipertimbangkan. 

2. Membantu Menjawab Sejumlah Pertanyaan dalam Penelitian 

Fungsi kedua, Scopus AI bisa digunakan peneliti maupun akademisi (dosen dan mahasiswa) untuk menemukan jawaban dari sejumlah pertanyaan penelitian. Misalnya topik apa yang menarik untuk diteliti dan relevan dengan bidang yang ditekuni. 

Kemudian menanyakan secara rinci perihal topik tersebut. Sehingga memahami topik yang akan diteliti, mendapatkan penjelasan rinci, dan spesifik dari rangkuman yang ditampilkan. Serta pertanyaan-pertanyaan lain berkaitan dengan topik tersebut. 

3. Memudahkan Pencarian Referensi yang Relevan 

Selain menampilkan rangkuman hasil penelitian yang relevan dengan topik yang diketik pada prompt. Pengguna Scopus AI juga bisa mendapat kemudahan mencari referensi ilmiah yang memang relevan. 

Sebab, Scopus AI akan menampilkan ringkasan atau rangkuman penelitian di sisi sebelah kiri. Sedangkan di sisi sebelah kanan, tersusun daftar referensi yang digunakan Scopus AI tersebut untuk menyajikan ringkasan. 

Referensi-referensi yang digunakan Scopus ini, tentunya bisa digunakan pengguna sebagai referensi ilmiah. Baik saat menyusun proposal penelitian, laporan penelitian, maupun karya ilmiah yang akan dipublikasikan sebagai luarannya. 

4. Membantu Identifikasi Tren Penelitian 

Fungsi keempat, Scopus AI bisa membantu proses identifikasi tren penelitian. Pertama, karena ringkasan yang disajikan dicantumkan sumbernya dari publikasi ilmiah mana saja. 

Kemudian, tersedia pula fitur bernama Concept Map. Melalui fitur ini, Scopus AI akan menampilkan visualisasi tentang topik yang dicari peneliti dan keterkaitannya dengan topik penelitian lain. Sehingga mengarahkan uga ke topik-topik menarik dan tengah menjadi tren. 

Bagi dosen maupun peneliti yang mengedepankan urgensi penelitian yang tinggi. Maupun ingin melakukan penelitian yang ketika dipublikasikan punya visibilitas tinggi. Maka mengikuti tren penelitian akan menjadi pertimbangan pertama dalam memilih topik untuk diteliti. 

5. Membantu Tahap Kajian Pustaka

Fungsi kelima, Scopus AI bisa digunakan para dosen dan peneliti untuk proses kajian pustaka. Sebab degan daftar referensi yang disajikan Scopus AI, pengguna bisa mengakses publikasi ilmiah tersebut secara langsung. 

Jika ingin praktis dan hemat waktu, maka bisa membaca ringkasan yang disajikan Scopus AI. Sehingga memudahkan penelusuran berbagai literatur yang relevan dengan penelitian. 

Kemudian memudahkan penyusunan kajian pustaka atau tinjauan pustaka dalam proposal penelitian sampai publikasi sebagai luarannya. Jadi, fitur dari Scopus ini bisa diandalkan untuk merangkum teori yang menjadi landasan penelitian. Sekaligus merangkum perkembangan penelitian, menemukan research gap, dan novelty. 

6. Menunjang Kolaborasi Ilmiah 

Fungsi lainnya adalah membantu dalam melakukan kolaborasi ilmiah. Misalnya kolaborasi dalam penelitian maun kolaborasi dalam penyusunan karya tulis ilmiah dan proses publikasinya. 

Fungsi ini didapatkan melalui fitur Topic Expert dari Scopus AI. Melalui fitur ini, para pengguna akan menemukan peneliti yang menjadi pakar dari suatu topik penelitian. Sebab sudah meneliti topik tersebut dan riwayat publikasi ilmiahnya terindeks Scopus. 

Sehingga daftar peneliti yang disajikan bisa dipertimbangkan untuk diajak berkolaborasi. Terutama jika melakukan penelitian dengan topik kompleks dan tidak memungkinkan diteliti seorang diri. 

Baca juga:

Cara Menggunakan Scopus AI 

Setelah memahami apa itu Scopus AI dan fungsinya. Maka tentu perlu memahami betul bagaimana memanfaatkan fitur dari Scopus ini untuk menunjang kegiatan penelitian. Berikut langkah-langkahnya: 

  1. Silahkan akses website resmi Scopus melalui browser pada perangkat elektronik yang digunakan. Akses bisa melalui halaman website resmi Scopus.
  2. Pada halaman utama, silahkan masuk atau login ke akun Scopus yang dimiliki dengan klik tombol “Sign In” yang ada di sisi kanan atas. 
  3. Masukan username dan password yang dimiliki, dan pastikan memiliki akun Scopus berlangganan (berbayar). Sebab Scopus AI adalah fitur yang hanya bisa diakses akun berlangganan di Scopus. 
  4. Setelah berhasil login, maka di bagian kanan atas akan ada fitur “Scopus AI” silahkan di klik. Maka Scopus akan mengalihkan ke halaman baru khusus Scopus AI. 
  5. Scopus AI akan menampilkan kolom pencarian dengan teks “What would you like to learn more about?”. Pada kolom ini, silahkan mengetik topik penelitian atau prompt berisi pertanyaan terkait topik tersebut. 
  6. Kemudian klik ikon Search atau tekan tombol Enter di keyboard perangkat. 
  7. Tunggu beberapa saat, maka Scopus AI akan menampilkan ringkasan publikasi ilmiah yang relevan dengan topik yang diketik di kolom pencarian. Silahkan dibaca, dipahami, dan bisa juga mengakses fitur lain di sisi sebelah kanan dan di bagian bawah ringkasan. 
  8. Tahap selanjutnya disesuaikan dengan kebutuhan Anda. Jika ingin mempelajari referensi pada ringkasan, silahkan klik daftar referensi di sisi sebelah kanan. Jika ingin menganalisis tren penelitian terkait topik, bisa gulir ke bawah dan klik pada fitur atau teks biru “Concept Map”. 
  9. Selesai. 

Scopus AI dibekali dengan banyak fitur yang bisa dimanfaatkan oleh para pengguna sesuai kebutuhan. Jadi, silahkan mengeksplor dengan mencoba klik seluruh fitur berbentuk teks biru yang disajikan Scopus AI tersebut. 

Semakin sering menggunakan layanan ini, semakin terbiasa dan memahami seluruh fitur yang disediakan. Sehingga bisa mengoptimalkan penggunaan Scopus AI untuk menunjang penelitian maupun penyusunan karya tulis ilmiah. 

Tips Menggunakan Scopus AI dengan Optimal 

Scopus AI memang bukannya platform AI yang membantu menyusun karya tulis ilmiah secara langsung. Akan tetapi, bisa digunakan untuk membantu proses penyusunan tersebut. Misalnya menentukan topik, mencari referensi ilmiah, dll. Namun, tidak bisa digunakan untuk menyusun karya tulis ilmiah secara langsung seperti Chat GPT. 

Supaya benar-benar bisa diandalkan dan memberi efisiensi dalam penelitian dan penyusunan karya tulis ilmiah terkait penelitian tersebut. Maa berikut beberapa tips menggunakan Scopus AI dengan optimal: 

1. Selalu Menyusun Prompt Spesifik dan Sesuai Kebutuhan 

Scopus AI pada dasarnya bisa diandalkan untuk berbagai kebutuhan, bukan hanya mencari dan memahami topik penelitian. Namun, bisa juga diandalkan untuk menganalisis research gap dan merumuskan State of the Arts (SOTA)

Semua ini bisa dilakukan melalui penyusunan prompt yang tepat. Sehingga bisa dimulai dengan menyusun prompt spesifik, tidak panjang agar jelas. Hal ini akan membantu mendapatkan respon tepat dan sesuai harapan. 

Jika ingin merumuskan SOTA di dalam ringkasan yang disajikan, maka prompt bisa diisi dengan permintaan menampilkan perkembangan singkat penelitian di topik yang diteliti. Contoh “What are the main research trends in online learning in the last five years?”. 

Baca seelengkapnya terkait SOTA : Mengenal Apa Itu State of The Art (SOTA) dan Arti Pentingnya dalam Penelitian 

2. Membaca dan Memahami Ringkasan 

Ringkasan yang disajikan Scopus AI memang bisa memberi efisiensi memahami perkembangan penelitian dan garis besar sejumlah publikasi ilmiah. Namun, karena ringkasan ini dibuat oleh AI. 

Maka tentu tidak bisa langsung disimpulkan sebagai ringkasan valid dan bisa langsung copy paste menjadi tinjauan pustaka di proposal penelitian. Adan perlu memastikan ringkasan tersebut benar dan melakukan parafrase di bagian tertentu yang ingin dikutip. 

Sehingga wajib dibaca, memvalidasi dengan membaca beberapa referensi yang ditampilkan, dan pada bagian ringkasan yang sudah dipastikan valid bisa dikutip. Menghindari plagiarisme, maka sangat disarankan untuk diparafrase atau ditulis ulang dengan bahasa sendiri tanpa mengubah makna. 

3. Manfaatkan Fitur Go Deeper dan Fitur Lainnya 

Sesuai penjelasan sebelumnya, Scopus AI dibekali dengan banyak fitur yang mendukung peneliti dalam kajian pustaka. Salah satunya Go Deeper. Pada bagian bawah ringkasan akan ada teks biru “Go Deeper” berisi daftar pertanyaan. 

Sehingga merupakan rekomendasi pertanyaan lanjutan untuk lebih memahami topik, ringkasan dari Scopus AI, dll. Silahkan dimanfaatkan untuk optimasi penggunaan AI pada Scopus. Begitu juga dengan fitur lain di dalamnya. 

4. Ikut Pelatihan Tentang Scopus AI 

Tips lainnya, adalah mengikuti pelatihan terkait Scopus AI. Baik yang diselenggarakan perguruan tinggi, lembaga penelitian, penerbit, dan sebagainya. Sehingga membantu memahami apa dan bagaimana mengoptimalkan penggunaan AI pada Scopus. 

Menggunakan platform AI, termasuk juga Scopus AI bisa dipertimbangkan oleh kalangan dosen. Sebab bisa dijadikan alat bantu untuk efisiensi kegiatan tri dharma. Termasuk kegiatan penelitian dan publikasi ilmiah. 

Membantu memanfaatkan teknologi Ai dari berbagai platform dan juga Scopus AI. Para dosen di Indonesia bisa ikut serta dalam E-Course Dunia Dosen dengan topik bahasan “AI untuk Dosen, Akselerasi Tridharma Perguruan Tinggi”. 
Melalui kursus daring ini, para dosen bisa mengakses materi terkait AI dan penggunaannya untuk akselerasi kegiatan Tri Dharma. Informasi lebih rinci bisa mengakses tautan berikut

More Posts

Kelas E-Course

Ebook Gratis

Tag Populer