Salah satu jenis angka kredit yang dinilai dalam kenaikan jabatan akademik dosen, adalah Angka Kredit Prestasi (AK Prestasi). AK Prestasi ini dipenuhi dosen melalui kegiatan penelitian. Salah satu sumbernya adalah lewat publikasi jurnal ilmiah.
Namun, memiliki publikasi ilmiah berbentuk jurnal tentunya bukan hal yang mudah. Terlebih jika menargetkan jurnal nasional terakreditasi pada peringkat SINTA 1 atau 2. Maupun jurnal internasional bereputasi pada peringkat Q1 maupun Q2. Lalu, adakah strategi yang bisa membantu mencapainya? Berikut informasinya.
Sekilas Tentang AK Prestasi Dosen
AK Prestasi adalah angka kredit yang diperoleh dosen melalui pelaksanaan kegiatan penelitian. Adapun yang bisa diklaim untuk penilaian AK Prestasi tersebut adalah luaran penelitian yang diraih dosen.
Mencakup publikasi jurnal ilmiah, publikasi prosiding, publikasi di repository perguruan tinggi, penerbitan buku ilmiah (monograf, referensi, dan bunga rampai), temuan berbentuk karya inovasi maupun karya teknologi dengan paten, dan lain sebagainya.Â
AK Prestasi yang dipenuhi oleh dosen bisa membantu mengoptimalkan perolehan AK Kumulatif. Melalui AK Kumulatif inilah, dosen bisa ditetapkan sudah bisa mengajukan usulan kenaikan jabatan akademik atau sebaliknya.
Baca juga: Ketentuan dan Cara Pemenuhan Angka Kredit Penelitian (AK Prestasi)Â
Pemenuhan AK Prestasi Melalui Publikasi Jurnal Ilmiah
Dalam merancang rencana pengembangan karir akademik, dosen perlu memastikan AK Prestasi terpenuhi. Bukan hanya fokus memenuhi AK Konversi, sebab AK Prestasi juga mempengaruhi AK Kumulatif.Â
AK Prestasi per tahun memang diberi batas maksimal, tergantung pada jenjang jabatan fungsional yang dipangku dosen saat ini. Sekaligus perolehan AK Konversi yang diperoleh dosen, apakah 100% atau di 150%?
Baca juga: Pengelolaan Kinerja dan AK Prestasi Dosen ASN dan Dosen Non-ASNÂ
Sebab dalam kenaikan jabatan akademik, AK Prestasi harus memenuhi ketentuan proporsi. Misalnya jika ingin naik ke jenjang Lektor dari Asisten Ahli, proporsi AK Prestasi minimal di 35% dari total AK Kumulatif.
Supaya ketentuan proporsi AK Prestasi lebih mudah dipenuhi, salah satu strateginya adalah publikasi jurnal ilmiah. Berikut beberapa alasannya:
1. Nilai Angka Kredit Publikasi Jurnal TinggiÂ
Alasan pertama, publikasi dalam bentuk jurnal memberi tambahan poin angka kredit yang tinggi. Pada jurnal internasional bereputasi, semakin tinggi peringkatnya semakin besar angka kredit yang didapatkan. Yakni Q1: 40, Q2: 38, Q3: 35, dan Q4: 33. Hal ini berlaku juga untuk jurnal nasional terakreditasi.
Baca juga: Jurnal Internasional Bereputasi untuk Syarat Khusus Kenaikan Jabfung Dosen
2. Tidak Ada Batas KepatutanÂ
Alasan kedua, publikasi dalam bentuk jurnal tidak terbentur dengan kebijakan batas kepatutan. Artinya, dalam setahun dosen bisa menerbitkan lebih dari 1 artikel jurnal ilmiah selama memungkinkan. Sedangkan pada buku ilmiah, per tahun ada batas kepatutan maksimal 1 judul saja.
3. Mendukung Proses Konversi KTIÂ
Alasan ketiga, luaran penelitian dalam bentuk jurnal ilmiah masih membuka peluang untuk dikonversi menjadi buku monograf maupun buku referensi. Jadi, luaran dalam bentuk jurnal membantu dosen mendapatkan 2 sumber AK Prestasi sekaligus. Yakni dari jurnal ilmiah itu sendiri, dan buku ilmiah hasil konversinya.Â
Baca juga: Cara Memenuhi Angka Kredit Dosen melalui Publikasi Buku Referensi dan Monograf
4. Membuka Lebih Banyak Kesempatan Akademik untuk DosenÂ
Alasan lainnya, publikasi ilmiah pada jurnal memiliki kredibilitas keilmuan lebih tinggi. Pasalnya, proses publikasi melewati tahap peer review oleh minimal 2 orang ahli di bidangnya. Sehingga secara substansi dijamin valid dan handal.
Oleh sebab itu, publikasi dalam bentuk jurnal lebih berdampak. Sebab sering dijadikan prioritas masyarakat ilmiah untuk mencari referensi kredibel. Selain itu, riwayat publikasi pada jurnal membuka akses dosen ke lebih banyak kesempatan akademik.
Misalnya menunjang penilaian asesor program hibah, asesor BKD, asesor sertifikasi dosen, asesor kenaikan jabatan akademik, dan sebagainya. Sehingga publikasi pada jurnal ilmiah sangat disarankan. Selain menambah poin AK Prestasi, juga meningkatkan peluang dosen mengakses lebih banyak kesempatan akademik.Â
Strategi Publikasi Jurnal Ilmiah untuk Memaksimalkan AK Prestasi
Publikasi jurnal sebagai strategi pemenuhan AK Prestasi untuk menunjang kenaikan jabatan akademik dosen, tentunya sangat dibutuhkan. Sebab, publikasi ke sebuah jurnal ilmiah tidak mudah dan butuh sumber daya yang beragam serta dalam skala besar.Â
Baik sumber daya dari segi waktu, tenaga, maupun biaya publikasi ke jurnal tujuan. Berikut beberapa strategi yang bisa diterapkan para dosen:
1. Memilih Topik yang Sesuai Bidang Kepakaran DosenÂ
Strategi pertama, adalah menetapkan topik penelitian yang nantinya menjadi topik artikel jurnal ilmiah yang disusun oleh dosen. Topik tersebut idealnya harus sesuai dengan bidang kepakaran dosen.
Dosen yang sudah memiliki riwayat publikasi ilmiah, bisa melanjutkan topik pada penelitian sebelumnya tersebut. Sehingga sejak awal, seluruh publikasi pada jurnal dan bentuk lainnya membangun kepakaran dosen di satu topik spesifik.
Jika topik tidak terfokus, maka akan kurang mendukung karir akademik dosen. Disebut demikian karena bisa menyulitkan dosen mengakses hibah penelitian, hibah publikasi ilmiah, dll.
2. Topik Menarik dan Relevan dengan Kondisi MasyarakatÂ
Strategi kedua, masih berkaitan dengan topik penelitian. Topik yang dipilih juga harus terkini. Sehingga relevan dengan permasalahan yang saat ini dihadapi masyarakat sampai pemerintah.
Jangan sampai meneliti topik yang sudah usang dan sudah terselesaikan lewat penelitian yang dilakukan dosen lain. Topik seperti ini dianggap kurang menarik dan sulit diterima jurnal. Sebab dinilai sudah usang dan tidak berdampak.
3. Memilih Jurnal Tujuan yang TepatÂ
Sembarangan atau keliru dalam memilih jurnal tujuan, bisa menggagalkan publikasi jurnal yang sudah direncanakan. Setiap jurnal fokus di scope tersendiri. Para dosen dan peneliti wajib mencari jurnal yang sesuai dengan scope pada artikel yang disusun.
Dalam proses pencarian jurnal tujuan, bisa menyusun beberapa daftar jurnal tujuan. Sehingga saat artikel tidak diterima di jurnal pertama, masih ada alternatif jurnal kedua, ketiga, dan seterusnya. Sebab memilih jurnal tujuan butuh waktu dan bisa sangat lama, mengingat ada banyak hal perlu dipertimbangkan.
Baca juga: Scope Jurnal & Cek Dulu Agar Naskah Sesuai Jurnal Tujuan
4. Struktur Artikel Ilmiah Sesuai Format Jurnal TujuanÂ
Strategi keempat, selalu menyusun artikel ilmiah setelah menentukan jurnal tujuan. Sehingga bisa menyesuaikan strukturnya dengan format yang ditetapkan pengelola jurnal. Jika disusun lebih awal dan ternyata tidak sesuai, maka artikel bisa ditolak editor jurnal tersebut.
Baca juga: Format Penulisan Artikel Jurnal Terindeks SINTA
5. Memaksimalkan Kualitas Artikel IlmiahÂ
Strategi berikutnya, adalah fokus mengoptimalkan kualitas artikel ilmiah yang disusun. Baik dari segi grammar, susunan kalimat logis dan efektif (mudah dipahami), pemilihan diksi tepat untuk penguatan gaya bahasa akademik, dll.
Mengikuti pelatihan menulis artikel jurnal ilmiah, kursus bahasa Inggris, ikut program kunjungan peneliti atau dosen, berkolaborasi dalam publikasi ilmiah, dll. Bisa membantu mengoptimalkan kualitas artikel ilmiah yang disusun. Sehingga keterbacaan lebih tinggi dan peluang diterima jurnal tujuan lebih besar.
Memaksimalkan kemudahan dalam penerapan strategi publikasi jurnal di atas, para dosen bisa menyusun roadmap penelitian. Melalui roadmap penelitian ini, para dosen bisa menyusun daftar topik yang menarik. Sekaligus sesuai bidang kepakaran untuk diteliti kontinyu dalam jangka waktu 5-20 tahun mendatang.
Roadmap penelitian membantu dosen menargetkan luaran publikasi jurnal dan luaran lain secara tepat. Sebab dipertimbangkan dengan lebih matang dan menyesuaikan dengan karakteristik topik yang diteliti. Jadi, pastikan untuk menyusun roadmap penelitian agar kegiatan penelitian bisa rutin dilakukan dan kualitas publikasi di jurnal terus berkembang.
Sumber:Â
- Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. (2026). Keputusan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 39/M/Kep/2026 Tentang Petunjuk Teknis Layanan Pengembangan Profesi dan Karier Dosen. https://lldikti3.kemdiktisaintek.go.id/wp-content/uploads/2026/03/Salinan-Kepmendiktisaintek-39MKEP2026_Juknis-Layanan-Pengembangan-Profesi-dan-Karier-Dosen.pdf
- Muttaqin, I. (2019). Roadmap Riset dan Publikasi; Menuju Keunggulan Kompetitif dan Komparatif IAIN Pontianak Berbasis Kebudayaan Islam Borneo. At-Turats, 13(2), 28-38. https://jurnaliainpontianak.or.id/index.php/atturats/article/view/1143/pdf
- Ainiyah, I. N. (2025). Strategi Efektif Menulis Artikel Jurnal: Dari Riset hingga Publikasi. Diakses pada 14 April 2026 dari https://fbhis.umsida.ac.id/strategi-efektif-menulis-artikel-jurnal/














