Selama Ramadan, biasanya jam operasional perguruan tinggi di Indonesia menyesuaikan. Yakni menjadi lebih pendek dibanding bulan lainnya. Meskipun begitu, para dosen tetap disarankan menjalankan berbagai kegiatan produktif saat puasa.
Menjaga produktivitas ternyata sangat penting bagi dosen. Sebab ada banyak manfaat yang didapatkan dengan melakukan hal tersebut. Meski sulit dan berat di awal,perlahan akan terbiasa sampai lebaran tiba. Jadi, apa saja kegiatan untuk menjaga produktivitas dosen?
Pentingnya Menjaga Produktivitas Dosen Selama Ramadan
Meski tengah menjalankan ibadah puasa dan membuat para dosen berjuang mengendalikan rasa haus, lapar, dan emosi. Namun, menjalankan berbagai kegiatan produktif saat puasa menjadi kebutuhan tersendiri bagi dosen. Berikut beberapa arti pentingnya:
1. Melaksanakan Kewajiban Mengajar
Tetap produktif saat menjalankan ibadah puasa, membantu dosen tetap menjalankan tri dharma. Termasuk kegiatan mengajar. Apalagi, perguruan tinggi tetap beroperasi sebagaimana mestinya.
Hanya saja ada pengurangan jam kuliah, sehingga mahasiswa dan dosen bisa pulang lebih awal. Tetap produktif, membuat dosen berkontribusi langsung menjaga kegiatan operasional perguruan tinggi. Serta menjaga konsistensi pelaksanaan tri dharma.
2. Memastikan Penelitian dan Pengabdian Selesai Tepat Waktu
Selain mengajar, tri dharma lain yakni penelitian dan pengabdian kepada masyarakat tentu tetap harus berjalan. Apalagi jika penelitian dan pengabdian tersebut sudah mulai dilaksanakan sebelum puasa.
Keduanya tentu memiliki jadwal kegiatan dan harus selesai sesuai rencana awal yang dicantumkan pada proposal. Jadi, menjaga produktivitas akademik sangat penting di tengah bulan Ramadan. Sebab dosen bisa memastikan penelitian dan pengabdian berjalan baik, serta selesai tepat waktu.
3. Memenuhi BKD
Melaksanakan kegiatan produktif saat puasa membantu dosen melaksanakan tri dharma dan kewajiban akademik lain. Sehingga membantu dosen tetap memenuhi BKD, yakni 12 SKS per semester. Sebab meskipun bulan Ramadan, target BKD tentu saja tetap (tidak mengalami penurunan).
4. Membantu Manajemen Waktu dan Pekerjaan
Kemampuan dosen dalam melakukan manajemen waktu dan pekerjaan sangat penting. Sebab setiap harinya berhadapan dengan agenda akademik yang padat. Momentum bulan Ramadan bisa membantu mengasah kemampuan manajemen tersebut.
Pasalnya, dosen memiliki motivasi untuk tetap aktif menjalankan tri dharma dna tugas akademik lain. Disusul dengan menjalankan kegiatan ibadah, mulai dari ibadah wajib seperti puasa Ramadan dan shalat lima waktu. Sampai ibadah sunnah untuk panen pahala.
5. Momentum Panen Pahala
Bulan Ramadan menjadi bulan penuh berkah dan ampunan bagi umat muslim. Dosen yang menantikan bulan istimewa ini, tentu memiliki motivasi melaksanakan berbagai ibadah sunnah.
Menjaga produktivitas di bulan Ramadan membantu dosen panen pahala lebih banyak lagi. Sebab, kegiatan tri dharma juga bentuk ibadah. Disusul dengan ibadah sunnah lain yang mungkin dijalankan dosen. Seperti shalat dhuha, tahajud, bersedekah, mengaji Al-Qur’an, dll.
6. Meningkatkan Keterampilan dan Kompetensi Dosen
Melaksanakan kegiatan produktif saat puasa bisa menjadi sarana bagi dosen untuk meningkatkan keterampilan dan kompetensi. Misalnya, karena jam kerja di kampus lebih pendek.
Dosen bisa mengikuti kegiatan webinar, workshop, e-course, dan sebagainya. Sehingga meningkatkan pemahaman tentang tugas dan kewajiban akademik. Serta memaksimalkan strategi memenuhi BKD dan menjadi Guru Besar.
7. Meningkatkan Kepuasan Psikis Dosen
Tetap produktif saat menjalankan puasa Ramadan, tentu akan membantu dosen mendapat kepuasan batin atau kepuasan psikis. Sebab menyadari kemampuan yang dimiliki. Sekaligus menyadari bahwa tetap produktif meski menahan haus dan lapar tidak mudah, adalah sebuah pencapaian.
Daftar juga kelas online Peta Capaian Pembelajaran, Merancang Mata Kuliah Efektif dalam RPS OBE dari Dunia Dosen dan kuasai cara merancang mata kuliah efektif dan menyusun peta capaian pembelajaran dalam RPS OBE untuk hasil pengajaran yang lebih terstruktur dan maksimal!
Rekomendasi Kegiatan Produktif saat Puasa bagi Dosen
Menjaga tetap produktif selama Ramadan, membantu dosen menjaga kinerja akademiknya tetap baik. Lalu, apa saja kegiatan produktif saat puasa yang sangat direkomendasikan untuk dosen? Berikut beberapa diantaranya:
1. Kegiatan Produktif Dosen dalam Pendidikan
Kegiatan akademik pendidikan dan pengajaran merupakan kegiatan yang tetap wajib dilaksanakan dosen selama puasa Ramadan. Berikut beberapa agenda kegiatan pendidikan dan pengajaran yang bisa dilakukan dosen secara rutin:
a) Menyiapkan Materi Perkuliahan dan Mempelajarinya
Menyelenggarakan pengajaran atau perkuliahan tentu menjadi agenda rutin selama Ramadan. Maka salah satu bentuk produktivitas dosen dalam mengajar, adalah menyiapkan materi perkuliahan tersebut. Kemudian mempelajarinya dan menyajikannya dalam slide presentasi.
b) Mengatur Jadwal Bimbingan Tugas Akhir
Jika dosen dipercaya menjadi dosen pembimbing tugas akhir mahasiswa, baik skripsi maupun tesis dan disertasi. Maka bentuk produktivitas dosen adalah mengatur jadwal bimbingan.
c) Membuat Tugas dan Evaluasi yang Menarik dan Efektif
Kegiatan produktif dalam pendidikan juga bisa diisi dengan membuat tugas, latihan soal, kuis daring, dan menentukan evaluasi yang pas sesuai CPMK dalam RPS.
d) Mengembangkan Bahan Ajar
Mengembangkan bahan ajar, menjadi salah satu kegiatan yang bisa dilakukan dosen sepanjang Ramadan. Bisa menulis buku ajar, modul, membuat video pembelajaran, dll.
2. Kegiatan Produktif Dosen dalam Penelitian
Berikut adalah beberapa bentuk kegiatan produktif saat Ramadan dalam bidang penelitian dosen:
a) Melaksanakan Kegiatan Penelitian
Kegiatan penelitian tentu tidak bisa dihentikan selama Ramadan. Melainkan harus tetap dilanjutkan. Jadi, para dosen bisa mengatur jadwal untuk bisa menjalankan penelitian dengan baik serta sesuai rencana dalam proposal.
b) Menulis Artikel dan Buku Ilmiah
Kegiatan penelitian yang sudah selesai, bisa mulai diurus luarannya. Maka bulan Ramadan bisa diisi dengan kegiatan menulis. Baik itu artikel untuk prosiding atau jurnal ilmiah. Maupun naskah buku monograf, referensi, atau bunga rampai.
c) Mengurus Revisi Artikel Jurnal Ilmiah
Jika sebelum Ramadan, artikel ilmiah sudah di submit ke suatu jurnal. Maka kemungkinan akan ada catatan revisi dari reviewer. Bulan Ramadan, bisa diisi dengan kegiatan revisi tersebut. Baik sepulang mengajar dari kampus, selepas shalat tarawih, atau sesuai waktu luang yang dimiliki.
d) Mengelola Koleksi Referensi
Bulan Ramadan juga bisa diisi dengan kegiatan mencari referensi baru sesuai roadmap penelitian. Kemudian mengelolanya dengan baik. Misalnya disimpan di folder yang mudah ditemukan, ditaruh di Mendeley, dll.
e) Mengikuti Workshop Publikasi Ilmiah
Selama bulan Ramadan, para dosen bisa mengisi waktu luang dengan mengikuti workshop publikasi ilmiah. Sehingga mengasah keterampilan menyusun karya ilmiah dan keterampilan korespondensi dalam publikasi ilmiah.
3. Kegiatan Produktif Dosen dalam Pengabdian kepada Masyarakat
Dalam tugas pengabdian kepada masyarakat, berikut beberapa kegiatan produktif saat puasa yang bisa dijalankan dosen:
a) Melaksanakan Kegiatan Pengabdian
Bulan Ramadan tentu bisa dijadikan momentum untuk tetap melaksanakan kegiatan pengabdian. Bahkan bisa ditambahkan dengan aspek kegiatan ibadah dan penyuluhan dengan unsur pendidikan agama di dalamnya. Seperti menyelenggarakan pelatihan baca tulis Al-Qur’an.
b) Menyusun Karya Tulis Luaran Pengabdian
Kegiatan pengabdian di bulan Ramadan yang sudah selesai. Tentu perlu mengurus luarannya. Maka bisa menyusun artikel ilmiah hasil pengabdian tersebut dan dipublikasikan ke sebuah jurnal.
4. Kegiatan Produktif Dosen dalam Administrasi Akademik
Dalam dunia akademik, dosen memiliki banyak sekali tugas administratif. Hal ini bisa diurus selama bulan Ramadan. Berikut beberapa contoh kegiatan produktif saat puasa dalam aspek ini:
a) Memperbarui Profil Dosen di SISTER
Data dosen di SISTER tentu perlu diperbaharui berkala. Jika ada data baru misalnya baru saja menyelesaikan studi PhD. Maka bisa segera melakukan pembaharuan data di SISTER.
b) Menyiapkan Pelaporan BKD
Pelaporan BKD di bulan Ramadan tentu tetap berjalan. Jika bertepatan dengan proses pelaporan tersebut. Maka bisa menyiapkan segala kebutuhan pelaporan. Misalnya menyiapkan bukti-bukti kinerja akademik yang diklaim di SISTER.
c) Merapikan Dokumen untuk Usulan Kenaikan Jabfung
Bulan Ramadan tentu tidak menghalangi dosen untuk menyiapkan usulan kenaikan jabatan fungsional (jabfung). Jadi, bisa mengisi Ramadan dengan persiapan tersebut. Misalnya menyiapkan dan merapikan dokumen yang menjadi syarat administrasi pengajuan usulan.
5. Kegiatan Produktif Dosen dalam Pengembangan Diri dan Kompetensi
Kegiatan produktif saat puasa di bulan Ramadan, juga mencakup pengembagan diri dan kompetensi dosen. Berikut beberapa contoh kegiatannya:
a) Studi Lanjut
Studi lanjut selain menjadi bagian dari pelaksanaan tugas pendidikan dosen. Juga menjadi bentuk pengembangan diri. Selama Ramadan, dosen bisa fokus studi lanjut mengikuti ketentuan. Misalnya, bagi dosen ASN bisa mengurus Tugas Belajar atau Izin Belajar.
b) Mengikuti Pelatihan, Webinar, dan Kursus Online
Pengembangan diri dosen selama bulan Ramadan juga bisa dengan mengikuti berbagai kegiatan online. Misalnya ikut pelatihan online,webinar, dan kursus online. Sehingga bisa diikuti di rumah atau dimana saja, sambil ngabuburit.
Ikuti kelas E-Course “Unlock SISTER” Data Terintegrasi, Karier Tersinergi dari Dunia Dosen untuk mendukung pemenuhan BKD, dan memperlancar proses kenaikan jabatan fungsional Anda!
Jangan lewatkan kesempatan ini dan segera daftar E-Course dari Dunia Dosen dan tingkatkan kemampuan Anda!
c) Membaca Berbagai Bahan Bacaan
Membaca buku, artikel pada surat kabar, artikel pada jurnal, dan sebagainya. Tentu menjadi kegiatan positif yang bisa dijalankan dosen di bulan Ramadan. Selain mencari bacaan yang sesuai bidang keahlian.
Bisa juga membaca bacaan bidang lain. Misalnya buku kisah inspiratif, buku manajemen emosi karena saat puasa rentan emosi meningkat, dan lain sebagainya.
6. Kegiatan Produktif Dosen dalam Pengembangan Spiritual
Selama bulan Ramadan, kegiatan produktif saat puasa juga bisa diisi dengan kegiatan pengembangan spiritual dosen. Diantaranya adalah:
a) Memperbanyak Tadarus Al-Qur’an
Membaca Al-Qur’an selama bulan Ramadan tentu menjadi ibadah sunnah yang bisa dipertimbangkan dosen. Sebab bisa dilakukan kapan saja dan dimana saja. Baik itu di rumah,di mushola kampus, bahkan selama di jalan selama tidak menyetir atau membaca motor sendiri.
b) Menjalankan Shalat Sunnah
Shalat sunnah juga menjadi ibadah sunnah yang bisa dikatakan ringan. Sehingga sangat direkomendasikan untuk dosen yang sibuk sekalipun. Ibadah ini bisa dibuat singkat dengan 2 rakaat saja.
Meski tidak banyak rakaat yang dilaksanakan, tapi tetap berpahala. Apalagi sebaik-baiknya ibadah adalah yang sedikit tapi rutin. Serta dijalankan dengan ikhlas.
c) Perbanyak Berdzikir
Berdzikir juga termasuk kegiatan ibadah yang sangat direkomendasikan untuk dosen dengan agenda akademik padat. Sebab berdzikir itu mudah, bisa dilakukan kapan saja, dan tentunya tetap berpahala dan menenangkan hati serta pikiran.
d) Ikut Kajian atau Pengajian
Mengikuti kajian atau pengajian selama bulan Ramadan juga sangat dianjurkan untuk dosen. Apalagi saat ini sudah banyak kajian dan pengajian digelar daring. Baik lewat YouTube, Zoom Meeting, dan sebagainya. Bisa diikuti secara live, atau didengarkan kapan saja.
Beberapa kegiatan produktif saat puasa yang dijelaskan di atas, mana saja yang sudah Anda coba lakukan? Ada banyak pilihan kegiatan selama Ramadan bisa dilakukan kalangan dosen. Sehingga selain tetap produktif, juga bisa mendapat banyak manfaat dari produktivitas tersebut.
Baik itu berkaitan dengan pemenuhan BKD, mengembangkan karir akademik dosen, mengasah kompetensi sebagai pendidik, dan juga panen pahala. Sebagai bagian dari upaya menjaga dan meningkatkan produktivitas.
Para dosen bisa ikut serta di dalam E-Course yang diselenggarakan Dunia Dosen. Ada banyak materi relevan dengan kebutuhan dosen dan materi bisa diakses kapan saja serta dimana saja.
Baca juga artikel berikut:
- Syarat Kenaikan Jabatan Menuju Profesor Berdasarkan Juknis Permendiktisaintek No. 52 Tahun 2025
- Kebijakan Baru Profesi Dosen Sesuai Permendiktisaintek No 52 Tahun 2025
- Ini Ketentuan Baru dalam Penyetaraan Tunjangan Dosen Non-ASN dan Cara Perhitungannya
- Syarat Naik Jabatan Fungsional Menuju Lektor Kepala di Tahun 2026
- Aturan Baru Sertifikasi Dosen Sesuai Permendiktisaintek Nomor 52 Tahun 2025
- Syarat agar Dosen Eligible untuk Sertifikasi Dosen Tahun 2026
Promo hemat hingga 20% untuk semua produk E-Course hanya sampai tanggal 28 Februari 2026. Jangan lewatkan dan beli sekarang produk E-Course dari Dunia Dosen!














