Pentingnya Luaran TKT Penelitian dalam Pengembangan Roadmap Riset

pentingnya-luaran-tkt-penelitian-dalam-pengembangan-roadmap-riset
Pentingnya Luaran TKT Penelitian dalam Pengembangan Roadmap Riset

Salah satu tahapan dalam kegiatan penelitian adalah menentukan luaran TKT penelitian. Artinya, ada tahap penentuan luaran atau target luaran penelitian. Kemudian disusul dengan menentukan target luaran tersebut masuk dalam level TKT berapa. Oleh sebab itu, memahami apa itu TKT dan bagaimana menentukan levelnya sangat penting. Berikut informasinya. 

Pengertian dan Level Tingkat Kesiapterapan Teknologi (TKT)

Tingkat Kesiapterapan Teknologi (TKT) adalah tingkat kondisi kematangan atau kesiapterapan suatu hasil penelitian dan pengembangan teknologi tertentu yang diukur secara sistematis dengan tujuan untuk dapat diadopsi oleh pengguna. 

Pengguna dari teknologi tersebut adalah pemerintah, industri maupun masyarakat. Melalui TKT tersebut, maka dosen dari awal bisa mengetahui hasil penelitian masih perlu dikembangkan, perlu masuk tahap uji coba, atau sudah siap digunakan maupun dikomersilkan oleh pengguna? 

Luaran TKT penelitian kemudian  dikelompokan menjadi 9 level atau 9 tingkatan. Masing-masing level memiliki indikator tersendiri. Berikut 9 level TKT yang dimaksud: 

  1. TKT 1: Prinsip dasar dari teknologi telah diteliti dan tercatat
  2. TKT 2: Formulasi Konsep teknologi dan aplikasinya
  3. TKT 3: Pembuktian konsep (proof-of-concept) fungsi dan/atau karakteristik penting secara analitis dan eksperimental
  4. TKT 4: Validasi kode, komponen dan atau kumpulan komponen dalam lingkungan laboratorium
  5. TKT 5: Validasi kode, komponen dan atau kumpulan komponen dalam lingkungan yang relevan
  6. TKT 6: Demonstrasi Model atau Prototipe Sistem/ Subsistem dalam lingkungan yang relevan
  7. TKT 7: Demonstrasi prototipe sistem dalam lingkungan atau aplikasi sebenarnya
  8. TKT 8: Sistem telah lengkap dan memenuhi syarat (qualified) melalui pengujian dan demonstrasi dalam lingkungan atau aplikasi sebenarnya
  9. TKT 9: Sistem benar-benar teruji atau terbukti melalui keberhasilan pengoperasian

Selain itu, untuk menunjang penentuan dan pengukuran target TKT. Maka TKT dibedakan berdasarkan 8 bidang keilmuan dan masing-masing menggunakan indikator yang spesifik. Adapun 8 bidang keilmuan dalam level TKT adalah sebagai berikut: 

  1. TKT Jenis Umum dan Hard Engineering
  2. TKT Jenis Software
  3. TKT Jenis Pertanian/Perikanan/Peternakan
  4. TKT Jenis Kesehatan–Produk Vaksin/Hayati
  5. TKT Jenis Kesehatan–Produk Alat Kesehatan
  6. TKT Jenis Farmasi
  7. TKT Jenis Sosial Humaniora dan Pendidikan
  8. TKT Jenis Seni

Pengelompokan level TKT berdasarkan bidang keilmuan sangat penting. Sebab masing-masing bidang keilmuan memiliki indikator kesiapterapan hasil penelitian yang berbeda-beda. 

Baca juga: Memahami Cara Menentukan dan Mengukur TKT dalam Prorgram Hibah Penelitian

Arti Penting TKT dalam Kegiatan Penelitian Dosen 

Menentukan luaran TKT penelitian bukan sekedar formalitas bagi dosen. Ada arti penting dari proses tersebut. Diantaranya adalah: 

1. Membantu Menentukan Fokus Utama Penelitian

Menentukan level TKT dalam kegiatan penelitian bermanfaat untuk menjaga fokus penelitian. Dosen yang menetapkan luaran berdasarkan level TKT yang tepat. Tentunya menunjukan tujuan penelitian yang sudah jelas. 

Dosen harus fokus pada tercapainya level TKT tersebut, disusul dengan tercapainya luaran yang sudah ditetapkan. Sehingga fokus pada 2 hal tersebut agar penelitian berjalan lancar sesuai rencana atau roadmap penelitian. 

Baca juga: 4 Program Hibah Riset Internasional yang Dapat Diikuti Dosen

2. Memudahkan Penentuan Skema Hibah Penelitian 

Dalam program hibah, terkadang penyelenggara menyediakan beberapa pilihan skema. Masing-masing skema punya target level TKT yang berbeda. Dosen yang sudah menentukan target TKT yang dicapai di level berapa. Maka tinggal menyesuaikan, yakni mendaftar di skema yang ada di level TKT yang sama. 

Baca juga: 6 Sumber Pendanaan Penelitian Dosen yang Wajib Diketahui

3. Membantu dalam Menyusun Roadmap Penelitian 

Arti penting pemahaman TKT dalam penelitian berikutnya adalah menunjang penyusunan roadmap penelitian. Melalui TKT yang terdiri dari 9 level atau tingkatan. Maka dosen bisa menyusun rencana penelitian jangka panjang yang mencapai setiap level TKT tersebut. 

Misalnya di tahun pertama fokus mencapai luaran TKT penelitian di level 1, kemudian level 2 di tahun kedua, dan seterusnya. Sehingga hasil penelitian dan luaran di roadmap penelitian terus berkembang kualitasnya. 

4. Mendukung Hilirisasi Hasil Penelitian 

Arti penting berikutnya dari TKT adalah mendukung hilirisasi dari hasil penelitian. Melalui pengukuran TKT, maka hasil penelitian dosen bisa dipahami siap diterapkan sampai tahap apa. Apakah perlu diuji coba di laboratorium, uji coba di lapangan, atau sudah siap digunakan maupun dikomersilkan? 

Baca juga: Jangan Sampai Terlewat! Daftar Program Hibah Penelitian Tahun 2026 Ini Wajib Diikuti Dosen!

Bagaimana Dosen Menentukan Target TKT dalam Penelitian? 

Secara umum, menentukan luaran TKT penelitian sudah harus dilakukan di tahap penyusunan proposal penelitian. Berikut adalah rincian tahapan dalam menentukan target TKT: 

1. Identifikasi Objek yang Diteliti

Dosen perlu memahami ciri khas atau mungkin indikator yang membantu menentukan penelitian masuk di kategori yang mana. Sebab masing-masing kategori penelitian punya target TKT tersendiri. 

Secara umum, TKT 1 sampai TKT 3 untuk kategori penelitian dasar. Sedangkan pada penelitian terapan ada di level TKT 4 sampai TKT 6. Terakhir, pada kategori penelitian pengembangan maka menghasilkan luaran TKT penelitian di level TKT 7 sampai TKT 9. Acuannya juga bisa melalui 3 poin berikut: 

  1. Level TKT 1–3: Umumnya dicapai pada penelitian dasar atau tahap awal penelitian. 
  2. Level TKT 4–6 : Cocok untuk penelitian terapan, pengembangan prototipe, dan validasi teknis. 
  3. Level TKT 7–9 : Digunakan pada penelitian hilirisasi dan komersialisasi. 

Jadi, rencana penelitian yang dimiliki dan diajukan melalui proposal penelitian ada di poin yang mana? Masing-masing dosen tentu perlu mengidentifikasi dengan tepat agar memudahkan ke tahap berikutnya dalam menentukan level TKT. 

2. Pengecekan dengan Indikator TKT Awal 

Tahap berikutnya adalah mengecek atau memastikan target level TKT awal sudah tepat. Sekaligus dipastikan lebih spesifik. Misalnya di tahap pertama, diketahui luaran TKT penelitian masuk level TKT 1-3. Pada tahap kedua ini, dosen bisa menggunakan indikator TKT sesuai yang diatur di dalam Permenristek No. Nomor 42 Tahun 2016. 

Jika dalam tahap ini, lebih banyak indikator TKT 2 yang terpenuhi dibanding TKT 1 dan TKT 3. Maka dosen bisa menggunakan TKT 2 tersebut TKT awal dari penelitian yang dilakukan. 

3. Mengumpulkan Bukti Hasil Penelitian 

Setelah berhasil menetapkan TKT awal dari rencana kegiatan penelitian yang akan diajukan ke pihak terkait (perguruan tinggi, penyelenggara hibah, dll). Maka tahap yang ketiga adalah mengumpulkan bukti hasil penelitian yang menunjukan ada di level TKT awal tersebut. 

Terdapat beberapa dokumen dan bukti bentuk lain yang bisa digunakan oleh dosen. Diantaranya adalah: 

  1. Publikasi ilmiah.
  2. Data penelitian pendahuluan.
  3. Prototipe.
  4. Laporan pengujian.
  5. Hak Kekayaan Intelektual (HKI).
  6. Dokumen validasi atau uji coba.

Semakin tinggi level TKT awal, maka membutuhkan bukti lebih banyak dan kompleks. Misalnya untuk TKT 1, maka bukti lewat publikasi ilmiah sudah cukup. Namun, jika TKT awal adalah TKT 7. Maka dosen kemungkinan butuh bukti dari 6 poin yang disebutkan di atas. 

4. Menentukan Target TKT yang Ingin Dicapai 

Pada tahap ini, dosen perlu menentukan level TKT yang lebih tinggi dari TKT awal. Akan tetapi tetap realistis dan sesuai kemampuan dosen dan tim peneliti yang dibentuk. 

Secara umum, tidak ada paksaan untuk dosen menaikan level TKT sampai beberapa tingkat. Bisa satu tahap lebih tinggi, dua tahap lebih tinggi, dan seterusnya sesuai kapasitas dan kemampuan.

Bagi dosen yang mengajukan proposal di program hibah. Biasanya di portal pendaftaran sudah disediakan fitur untuk membantu menentukan TKT awal dan target TKT yang ingin dicapai. Misalnya hibah penelitian Kemdiktisiantek, fitur pengajuan proposal di laman BIMA sudah membantu dosen menentukan TKT awal dan target TKT yang dituju. 

5. Mencantumkan Target TKT pada Proposal Penelitian 

Tahap akhir adalah menyusun proposal penelitian dan mencantumkan target TKT yang sudah ditentukan. Penempatan target TKT menyesuaikan dengan ketentuan template proposal usulan yang disediakan pihak terkait.  

Pentingnya Memperhatikan TKT dalam Menyusun Roadmap Penelitian 

Menghasilkan luaran TKT penelitian yang terus berkembang tentunya menjadi tujuan semua dosen dan peneliti. Sebab seorang dosen tidak mungkin hasil penelitiannya stagnan di TKT 1 atau TKT 2 dalam jangka panjang. Namun, selalu berusaha terus ditingkatkan. 

Maka, dalam menyusun roadmap penelitian perlu memperhatikan TKT yang akan dicapai. Sehingga rencana kegiatan penelitian di dalam roadmap mengalami perkembangan level. Dimulai dari rencana kegiatan penelitian dasar, kemudian penelitian terapan, dan berkembang lagi menjadi penelitian pengembangan. 

Dengan memperhatikan level TKT yang ingin dicapai, maka isi dari roadmap penelitian adalah rencana penelitian yang terus berkembang. Sekaligus terfokus pada satu topik sesuai kepakaran dosen dan arah penelitian jangka panjang menjadi lebih jelas. 

Baca juga: Langkah-Langkah Menyusun Roadmap Penelitian Dosen Pemula

Strategi Menyusun Roadmap Penelitian dengan Target TKT yang Tepat 

Dalam menyusun roadmap penelitian, dosen perlu menentukan arah riset yang jelas, fokus ke bidang kepakaran, serta menetapkan target Tingkat Kesiapterapan Teknologi (TKT) secara realistis. Hal ini penting agar penelitian tidak hanya berjalan sebagai aktivitas akademik, tetapi juga memiliki tahapan pengembangan dan luaran yang lebih terukur.

Namun, menentukan target TKT dalam roadmap riset sering kali menjadi tantangan. Dosen perlu memahami bagaimana menyelaraskan topik penelitian, tahapan riset, capaian luaran, dan potensi pengembangan agar roadmap yang disusun lebih kuat dan mudah dievaluasi.

Untuk membantu proses tersebut, dosen dapat mempelajari strategi penyusunan roadmap melalui e-course Dunia Dosen “Roadmap Riset Tembus Hibah & Luaran Kompetitif”. E-course ini membahas cara menyusun roadmap penelitian yang lebih terarah, mulai dari penentuan fokus riset, penyusunan tahapan penelitian, hingga penetapan target luaran dan TKT yang lebih sesuai.

Materi disusun secara lengkap, terstruktur, dan aplikatif oleh Dr. Sigit Hermawan, S.E., M.Si., CIQaR., CRP., akademisi berpengalaman yang juga merupakan Direktur Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat Universitas Muhammadiyah Sidoarjo.

Melalui pembelajaran ini, dosen dapat memperoleh gambaran yang lebih praktis dalam menyusun roadmap riset agar penelitian lebih fokus, berkelanjutan, dan memiliki target capaian yang realistis.

More Posts

Kelas E-Course

Ebook Gratis

Tag Populer